Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Januari 2016

basket dan perkembanganya


Tue, 6 Sep 201 | 15:6


Cina menjadi salah satu sasaran pengembangan olahraga basket oleh YMCA. Diutuslah Bob Baily ke Tientsien (1894) guna memperkenalkan olahraga baru ini.
Sejak itu, Cina mulai memainkan olahraga ini. Selain Cina, negara Asia lain yang dijamah permainan basket untuk kesempatan pertama adalah Jepang (1900) dan Filipina (1900).
Bagaimana bola basket bisa sampai masuk ke Indonesia?
Pada tahun 1920-an, gelombang perantau-perantau dari Cina masuk ke Indonesia. Mereka pun membawa permainan basket yang sudah dua dasawarsa dikembangkan di sana.
Para perantau itu membentuk komunitas sendiri termasuk mendirikan sekolah Tionghoa. Akibatnya, basket cepat berkembang di sekolah-sekolah Tionghoa.
Di sekolah-sekolah Tionghoa itu, bola basket menjadi salah satu olahraga wajib yang harus dimainkan oleh setiap siswa. Tidak heran jika di setiap sekolah selalu ada lapangan basket. Tidak heran juga jika pebasket-pebasket yang menonjol penampilannya berasal dari kalangan ini.
Pada era 1930-an perkumpulan-perkumpulan basket mulai terbentuk. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Medan; menjadi sentral berdirinya perkumpulan basket ini.
Di Semarang misalnya. Pada tahun 1930 sudah ada perkumpulan seperti Chinese English School, Tionghwa Hwee, Fe Leon Ti Yu Hui, dan Pheng Yu Hui (Sahabat). Sahabat adalah klub asal Sony Hendrawan (Liem Tjien Sion), salah satu legenda basket Indonesia.
Usai Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945, olahraga basket mulai dikenal luas di kota-kota yang menjadi basis perjuangan seperti Yogyakarta dan Solo. Pada PON (Pekan Olahraga Nasional) I (1948) di Solo, bola basket dimainkan untuk pertama kali di level nasional.
Peserta PON I masih terbatas pada putra terkuat dari masing-masing 'Karesidenan', dan juga perkumpulan-perkumpulan dengan pemain pribumi seperti PORI Solo, PORI Yogyakarta, dan Akademi Olahraga Sarangan.
Namun harus diakui bahwa untuk teknik permainan, kemampuan regu-regu Karesidenan yang terdiri dari para pemain Tionghoa jauh lebih tinggi daripada pemain pribumi.
Pada tahun 1951 saat pergelaran PON II, basket sudah dimainkan untuk putra dan putri. Regu yang dikirim tidak lagi mewakili Karesidenan melainkan sudah mewakili Provinsi. Regu-regu dari Jatim, DKI Jakarta, Jabar, dan Sumatra Utara adalah kekuatan-kekuatan terkemuka di pentas PON.
Pada tahun 1951, Maladi -salah satu tokoh olahraga nasional- meminta Tonny Wen dan Wim Latumeten untuk membentuk organisasi basket di Indonesia. Jabatan Maladi waktu itu adalah sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Atas prakarsa kedua tokoh itu maka pada 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi dengan nama "Persatuan Basketball Seluruh Indonesia".
Pada tahun 1955, diadakan penyempurnaan nama sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Nama itu adalah "Persatuan Bola Basket seluruh Indonesia" disingkat dengan Perbasi. Pengurus Perbasi yang pertama adalah Tonny Wen sebagai ketua dan Wim Latumeten sebagai sekretaris.
Tidak Mau Bergabung Dengan terbentuknya Perbasi, apakah perkembangan basket Indonesia bertambah pesat? Ternyata tidak. Tantangan pertama datang dari perkumpulan Tionghoa yang tidak bersedia bergabung karena telah memiliki perkumpulan tersendiri.
Untuk memecahkan masalah tersebut, pada tahun 1955 Perbasi menyelenggarakan Konferensi Bola Basket di Bandung. Konferensi ini dihadiri utusan-utusan dari Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan Bandung.
Keputusan terpenting Konferensi ini adalah Perbasi merupakan satu- satunya organisasi induk olahraga basket di Indonesia. Istilah-istilah untuk perkumpulan-perkumpulan basket Tionghoa tidak diakui lagi. Konferensi ini juga mempersiapkan penyelenggaraan Kongres I Perbasi.
Perbasi diterima menjadi anggota FIBA pada tahun 1953. Setahun kemudian, 1954, Indonesia untuk pertama kalinya mengirimkan regu basket di Asian Games Manila.

motogp






Meski Tak Juara, Valentino Rossi Juara di Hati Netizen

RANCAH POST – Valentino Rossi finish di posisi keempat di belakang Jorge Lorenzo, Marc Marquez, dan Dani Pedrosa. Lorenzo yang total poinnya unggul 5 angka dari Rossi resmi dinobatkan sebagai juara dunia baru di musim ini.
Seperti diketahui, Rossi membalap dari posisi paling buncit di Grand Prix Valencia ini, namun pembalap gaek berusia 36 tahun tersebut mampu menyelesaikan balapan dengan menduduki posisi empat. Tentu, hal tersebut merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Alhasil, meski tak juara di MotoGP Valencia dan tidak menjadi juara dunia, Rossi tetap dibanjiri dukungan dari para netizen, termasuk para fans.
Tak ayal lagi, Rossi menjadi trending topik di salah satu media sosial. Berbagai macam komentar dilontarkan netizen atas pencapaian yang telah diraih Rossi dalam balapan seri pamungkas di Spanyol ini.
“Rossi mengajarkan kita,, biarpun ga ada harapan, biarpun dari belakang, manfaatkanlah setiap tikungan…” kicau akun Muhammad Husain.
“Rossi mengajarkan kita, jika kita tidak bisa menjadi juara dunia, maka jadilah juara dimata para penonton dunia” kicau @fanjani28.
‏”terima kasih rossi karena telah mengajarkan kita bagaimana cara yang seharusnya dalam bersaing..” kata @muhammadabib5.
“Musim 2015 Marq telah berhasil mengacak-acak Rossi, Apa Rossi balik acak-acak marq musim 2016???” ungkap @motogplovers_ML.
‏”Lebih baik kalah dengan terhormat @ValeYellow46 , dari pada menang tapi pecundang @lorenzo99 ROSSI.: celoteh @9559_mega.
“Belajar dari rossi : meski terlihat impossible tetap terus coba dan coba dan jangan menyerah sampai akhir.” kicau akun @Cybers.
Rossi menjadi trending topik Twitter malam ini, begitu pula beredar banyak meme yang menggambarkan Lorenzo, Marquez dan Valentino Rossi

Rabu, 04 November 2015

Tekuk Sriwijaya FC, Persib Juara Piala Presiden 2015



Image result for pengertian dinosaurusImage result for persib juara piala presiden 2015


JAKARTA - Persib Bandung memastikan diri sebagai juara Piala Presiden 2015. Dua gol tanpa balas menjadi bukti kehebatan Maung Bandung saat menekuk Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (18/10/2015). 

Laga sarat gengsi mempertontonkan pertandingan berkualitas. Meski kalah, Laskar Wong Kito memberikan perlawanan setidaknya sampai usai pertandingan yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. 

Namun Persib yang mendapatkan dukungan penuh dari sekitar 60 ribu bobotoh bermain agresif. Hasilnya, pertandingan baru berlangsung enam menit, Achmad Jufrianto mengubah papan skor. Tendangan bebasnya berhasil memperdaya kiper Sriwijaya, Dian Agus setelah sebelumnya membentur pagar hidup. 

Ketinggalan satu gol, anak asuh Benny Dollo mencoba keluar menekan. Titus Bonai yang sebelumnya dikabarkan tidak akan diturunkan beberapa kali membongkar pertahanan Persib dari sisi kanan pertahanan. Sayang umpan silangnya beberapa kali gagal dimanfaatkan T Musafry. 

Persib sendiri yang unggul mencoba bermain sabar. Atep Cs mencoba menunggu di garis pertahanan untuk mendapatkan serangan balik. Alhasil jual beli serangan terjadi. 

Isi stadion kembali bergemuruh jelang turun minum. Lewat umpan silang Atep yang disambut Makan Konate dengan tendangan memutar badan. Bola keras tendangannya sebenarnya terkena mistar gawang, sayang bola mengenai tubuh bagian belakang Dian dan langsung masuk ke gawang. 

Permainan tempo tinggi kembali terjadi di babak kedua. Bendol yang tidak mau dipermalukan rekannya, Djadjang Nurdjaman menginstruksikan anak asuhnya untuk menekan. Hasilnya, beberapa kali pertahanan Persib terancam meski gol belum tercipta. 

Tidak putus semangat, pemain Sriwijaya terus menekan Persib. Memanfaatkan lebar lapangan, Tibo dan Musafry mengoyak pertahanan lawan. Solidnya pertahanan Persib yang digalang Vladimir Vujovic dan Ahmad Jufriyanto membuat semua serangan bisa dimentahkan. 

Persib nyaris mengubah papan skor setelah tendangan keras Zulham Zamrun dari luar kotak penalti. Beruntung Dian Agus bisa menepisnya. Hanya selang beberapa menit selanjutnya giliran Vujovic mendapatkan kesempatan. Tapi ia terlambat menyambar bola liar. 

Hingga water break babak kedua, Sriwijaya belum mampu juga menjebol gawang I Made Wirawan. Setelah pertandingan tidak banyak perubahan. Sriwijaya hanya sesekali saja melakukan serangan walau akhirnya mentok di benteng kokoh Maung Bandung.

Sampai peluit dibunyikan kedudukan 2-0 untuk Persib Bandung tetap bertahan. Persib akhirnya keluar sebagai juara Piala Presiden 2015. 

Susunan Pemain
Persib Bandung
I Made Wirawan; Supardi, Vujovic, Ahmad Jufriyanto, Toni Sucipto, Dedi Kusnandar, Firman Utina, Makan Konate, Atep Rizal, Zulham Zamrun, Ilija Spasojevic

Sriwijaya FC
Dian Agus; Syaiful Indra Cahya, Abdoulaye Maiga, Wildansyah, Asri Akbar, Yu Hyun Koo, Syakir Sulaiman Fachrudin Ariyanton, TA. Musafry,, Patrich Wanggai, Titus Bonai


source: http://soccer.sindonews.com/read/1054133/58/tekuk-sriwijaya-fc-persib-juara-piala-presiden-1445176667